I once heard someone say
“There is a moment to talk and
There is a moment to be silent.”
Satu kalimat yang selalu melekat dalam
ingatan ku, mungkin itu juga akan terus berlaku untuk kehidupanku, a Specialy “about mind heart concept” sebut saja begitu.
Ada hal-hal yang tidak mesti banyak orang
tahu, termasuk di antaranya “rasa”
Be a Silent
That my choice to always feel the love that God has
given me
Satu permasalahan hati yang harus tetap tersimpan
baik-baik,
Tertutup
rapat-rapat, dengan harus adanya kerja sama untuk
Mulut agar tetap tak berucap.
Tetap nikmat terasa, meski ia yang kita
puja
Tak pernah tahu apa yang kita rasa.
Aku lebih suka peranan doa
Sebagai penyampai segala Restu terhadap
sang Pencipta
Pun, terhadap lembaran kertas yang penuh
dengan goresan pena
Yang darinya, ku mampu sampaikan berjuta
kata
Tanpa harus ada yang curiga,
Bila pun ku kaitkan dirimu di dalamnya.
Aku lebih menyukai cara-cara seperti itu,
Karena perasaan yang saat ini kurasa, tidak
pernah ku tahu
Makna yang sebenarnya.
Bisa jadi ini hanya peringatan Tuhan ku
Untuk segala urusan duniaku.
Dengan hati yang kadang begitu menggebu,
Mungkin ini cara-Nya membuatku kembali
lebih mendekatkan diri.
Terima kasih untuk segala semangat yang
begitu menyublim
Yang aku pun tak tahu cara kerjanya,
Terima kasih, untuk segala tatap tak
sengaja yang mampu menyejukkan.
Dan terima kasih, secara tak sengaja pula kau
mengajariku
Makna ikhlas mengagumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar