Jumat, 24 Maret 2017

Be a Silent

Tidak sedikit penulis-penulis hebat yang terus merangkai kata-kata terbaik pengutaraan hati,  Untuk tersusun menjadi kalimat utuh yang bermakna. Berharap semoga bisa mewakilkan isi hati pembaca yang merasakannya.


I once heard someone say
“There is a moment to talk and There is a moment to be silent.”
Satu kalimat yang selalu melekat dalam ingatan ku, mungkin itu juga akan terus berlaku untuk kehidupanku, a  Specialy  “about mind heart concept sebut saja begitu.
Ada hal-hal yang tidak mesti banyak orang tahu, termasuk di antaranya “rasa”

            Be a Silent


 

That my choice to always feel the love that God has given me
Satu permasalahan hati yang harus tetap tersimpan baik-baik,
Tertutup rapat-rapat, dengan harus adanya kerja sama untuk
Mulut agar tetap tak berucap.
Tetap nikmat terasa, meski ia yang kita puja
Tak pernah tahu apa yang kita rasa.
Aku lebih suka peranan doa
Sebagai penyampai segala Restu terhadap sang Pencipta
Pun, terhadap lembaran kertas yang penuh dengan goresan pena
Yang darinya, ku mampu sampaikan berjuta kata
Tanpa harus ada yang curiga,
Bila pun ku kaitkan dirimu di dalamnya.
Aku lebih menyukai cara-cara seperti itu,
Karena perasaan yang saat ini kurasa, tidak pernah ku tahu
Makna yang  sebenarnya.
Bisa jadi ini hanya peringatan Tuhan ku
Untuk segala urusan duniaku.
Dengan hati yang kadang begitu menggebu,
Mungkin ini cara-Nya membuatku kembali lebih mendekatkan diri.
Terima kasih untuk segala semangat yang begitu menyublim
Yang aku pun tak tahu cara kerjanya,
Terima kasih, untuk segala tatap tak sengaja yang mampu menyejukkan.
Dan terima kasih, secara tak sengaja pula kau mengajariku
Makna ikhlas mengagumi.

Jumat, 17 Maret 2017

Dear Ibu Calon Mertua (?)


Dear Ibu Calon Mertua (?)


                

Bu, aku sungguh di buat jatuh hati oleh anakmu. Dengan melihat senyumnya saja kadang aku sering di bikin bahagia karenanya. Memang kita pun jarang bertatap muka dengan jarak yang dekat ataupun dengan waktu yang lama, tapi dengan melihatnya dari jauh saja memang sudah menyenangkan hati. Aku suka cara seperti ini, agar kita tetap saling menjaga. Mata dan senyumnya yang sungguh menawan bu. Dia juga terlihat sebagai laki-laki yang gigih , bertanggung jawab juga baik hati, terutama perihal kedekatannya kepada Tuhannya. Dan itu bukan penilaian ku saja, banyak yang sudah membicarakannya pun memang dia demikian. Dan itu membuatku berulang kali jatuh hati kepadanya. Dan bu, dia pun amat sangat sederhana, aku tahu dia anakmu, ya siapa sih yang tidak tahu sosok mu bu, banyak orang yang menyeganimu tapi memang anak mu hampir sama persis seperti mu, tetap rendah hati dan tidak pernah menyombongkan diri, mau berteman dengan siapa saja. Maafkan aku untuk hal ini bu. Tapi biarkan aku hanya mengagumi sosok anak mu yang seperti itu, biarkan segala rasa yang di anugerahkan oleh Tuhan untuk  ini mengajarkan ku banyak hal. Biarkan aku belajar banyak hal dengan aku mengagumi anak mu bu. Aku pun tidak ingin berharap terlalu tinggi. Aku sadar diri, siapa dia beserta ibu dengan seluruh keluarga ibu. Aku tidak akan pernah berani meminta lebih jika dia, anak mu tidak mengharapkanku juga, untuk meminta diriku kepada keluarga ku. Aku sadar kodrat ku sebagai perempuan bu. Aku hanya ingin menunggu siapa pun yang mau mengusahakan ku, untuk mengambil alih seluruh tanggung jawab atas diriku dari orang tuaku. aku pun tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi imamku kelak nanti, jadi biarkan aku belajar menata segala harapanku atas anak laki-lakimu ini, Dan biarkan takdir-Nya yang berbicara. Karena aku yakin semua  memang sudah ada ketentuan dan ketetapan-Nya, InsyaAllah aku tidak akan pernah khawatir itu. Terima kasih bu, engkau telah membesarkan anak laki-laki yang seperti dia, yang berakhlak baik dan juga bersifat gigih  juga bertanggung jawab, seperti doa yang selalu engkau sematkan dalam namanya yang mempunyai arti “Laki-laki Pemimpin yang baik Akhlaknya” semoga nama yang ibu berikan kepadanya terus menjadi doa yang akan selalu dipanjatkan pula oleh banyak orang tiap kali mereka memanggilnya.

Jumat, 10 Maret 2017

Mau tahu tidak coretan-coretan dalam Catatan Harian Remaja?Yuk, coba di cek. mungkin seperti ini salah satu isinya. semoga bermanfaat yah



"Karena diam Pilihan ku"
(About a feeling)





          Seberapa pun menggebunya rasa yang ia punya untukmu, tidak akan banyak hal yang bisa ia lakukan. Karena ia sadar akan segala batasan dalam dirinya, ia terlahir sebagai perempuan yang harus tetap menjaga segala harga diri dan kehormatannya. Sekali pun ia memendam rasa yang kadang, bahkan seringnya mungkin akan selalu menguji hati dan logikanya untuk bisa mengutarakan segalanya terhadapmu, tetap ia tidak mempunyai pilihan lain selain menunggu, ia tidak mau kamu menyepelekannya bila nanti ia yang lebih dulu mengungkapkan segalanya terhadapmu, ia juga tidak mau kamu menilainya perempuan yang tidak baik, meski mungkin ia memang masih perlu banyak memperbaiki diri, setidaknya ia ingin meyakinkanmu bahwa ia bisa kamu percaya untuk tetap menjaga segala kehormatan dirinya. Maka dari itu sekali lagi ia hanya bisa diam dan menunggumu.
Selain menunggu hal yang bisa ia lakukan hanyalah mendoakan mu, satu hal yang tidak pernah ia terlewat dalam setiap waktunya, mungkin ia akan selalu meminta kamu kepada pencipta mu, ia akan meminta kepada pencipta mu agar kamu selalu dalam lindungan-Nya, agar apa yang jadi harapannya untuk bersama mu sesuai Keridhoan-Nya, agar bila tiba saatnya nanti ia dan kamu bisa dipersatukan. Yang ingin ia beri tahu saat ini hanyalah Tuhannya (Pencipta kamu dan dirinya) agar kelak bila pun kamu tidak tercipta untuknya, ia masih bisa menjaga segala kehormatan dan harga dirinya sebagai perempuan. Karena dalam mencintai mu saja, ia tidak memberitahumu. Karena ia pun sadar ia tidak pernah tahu segala yang terbaik untuk kehidupannya, yang ia tahu saat ini hanyalah apa yang ia mau. Dan apa yang ia mau belum tentu baik untuk dirinya, belum tentu pula sesuai keridhoan-Nya. Dengan mencintaimu dalam diam, ia berharap bisa belajar banyak hal. Belajar menjaga setiap amarahnya, belajar menjaga setiap sikap dan ucapannya, dan lagi belajar bersabar untuk menunggu mu, menunggu kamu yang memintanya untuk kehidupan mu kelak nanti. itu pun bila memang nama ia dan kamu berada dalam satu catatan takdir yang sama untuk bisa bersatu.  

There is a moment to talk and There is a moment to be silent.
“Ada saatnya kita bicara dan ada saatnya pula kita untuk diam”

Semoga bacaan ini bisa bermanfaat dan menambah semangat untuk kita tetap menjaga segalanya.

Semangat menjaga segalanya ukhti ! :) 

Terima kasih kunjungannya:)

Jumat, 03 Maret 2017

Ketika musim nikah, barang kali inilah jeritan hati wanita yang belum di khitbah ketika musim nikahan.



My 21Th  Years old






Bila saja sesimpel ituh -_-
Ayolah ini bukan untuk sebuah lelucon atau gurauan semacamnya,
Kamu pun tidak sedang mengikuti perlombaan, yang akan mendapat
Predikat juara bila menjadi yang tercepat.
Ini hati, ini tentang rasa yang satu paket dengan kenyamanan,
Ini tentang waktu, yang memang sudah ada ketentuan & ketetapan-Nya.
Kamu pun akan bertemu dengan satu masa, di mana kamu bisa duduk
Bersanding bersama kekasih halalmu, menyalami satu persatu
Kerabat juga sahabat-sahabatmu. Kelak-nanti.
Jadi bersabarlah, dan berusahalah agar tidak pernah bosan bersabar untuk segala doa dan harapanmu ini.
Harapan setiap wanita yang sudah menginjak usia di atas rata-rata
(untuk segera di khitbah kemudian dihalalkan) >21Th

 jadi, biar saja kita tetap menunggu, toh kita pun perempuan, apalagi yang bisa dilakukan perempuan selain menunggu, sembari menunggu mending kita perbaiki diri kita, isi waktu luang kita dengan segala kesibukan yang bermanfaat :)

Ini teori atau tidak  tergantung pola pikir kalian yah,

semoga sedikit coretan ini bisa bermanfaat :)

terima kasih :)